Hakim MK Asal Luwu Raih Penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden RI

683Views

Belopainfo, Rabu (11/11/2020) Wakil Ketua MK RI, Prof. Aswanto yang merupakan salah satu putra daerah asal Luwu menerima tanda jasa dan gelar kehormatan Penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden RI Joko Widodo. Hakim MK RI kelahiran Desa Komba, Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu pada 17 Juli 1964 ini ditetapkan sebagai penerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana melalui Keputusan Presiden RI Nomor: 118/TK/TAHUN 2020 yang diteken pada 6 November 2020.

Saat dikonfirmasi via telepon Prof. Aswanto menjelaskan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana ini bukanlah sesuatu yang harus menjadi sebuah kebanggaan tapi sebagai motivasi untuk tetap terus mengabdi, utamanya pengabdian kepentingan hukum untuk bangsa dan negara.

Prof. Aswanto juga menceritakan dirinya mulai menggeluti hukum berkat seorang kakaknya yang berada di Universitas Tadulako. Hal inilah memberinya inspirasi untuk berkuliah di Fakultas Hukum Unhas Makassar. Hingga akhirnya mendapat kepercayaan menjadi Dekan Fakultas Hukum Unhas. Selama aktif sebagai dosen di Fakultas Hukum Unhas, ia tidak pernah toleran terhadap berbagai kebijakan yang melanggar hukum. Salah satu hal yang pernah diterapkan adalah Fakultas Hukum Unhas menjadi zona bebas korupsi.

Baca Juga :  Liku Perjuangan Opu Daeng Risaju

“Selain orang tua saya yang memang seorang guru, kakak saya yang menjadi Dosen di Fakultas Hukum Tadulako selalu memotivasi saya hingga beliau menjadi inspirasi. Kemudian saya berkuliah di Fakultas Hukum Unhas hingga akhirnya cita-cita untuk mengajar terwujud dengan menjadi dosen,” terang Prof. Aswanto.

Prof. Aswanto mengaku tidak pernah berpikir menjadi Hakim MK tapi lebih memilih untuk mengajar seperti yang telah dijalaninya di Fakultas Hukum Unhas dan melakukan sejumlah kesibukan di luar kampus. Namun saat Ketua MK terciduk dengan sejumlah kasus beberapa tahun lalu, rekan-rekannya mendorong dirinya untuk menjadi Hakim MK.

Baca Juga :  Jalan Kontroversi Kahar Muzakkar (2)

Setelah menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden RI Prof. Aswanto kedepannya akan tetap mengabdi di bidang hukum. Menurutnya masih banyak persoalan terkait hukum di Indonesia yang harus diselesaikan. Beberapa hal yang penting untuk melahirkan kesadaran hukum adalah pemahaman yang tentang substansi hukum, penegak hukum yang baik, dan keterlibatan masyarakat secara partisipatif untuk melahirkan budaya sadar hukum.

Beberapa persoalan yang senantiasa menjadi masalah dalam hukum menurut Prof. Aswanto adalah hukum yang terkadang tidak sesuai dengan budaya atau konteks masyarakat. Ia menambahkan jika budaya yang positif di masyarakat menjadi bagian dari hukum maka dengan sendirinya masyarakat akan mudah memahami termasuk memiliki ketaatan terhadap hukum.

Termasuk hal yang menjadi bagian dari budaya kesadaran terhadap hukum adalah menggunakan mekanisme yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Baca Juga :  Bustan, Sang Inovator Desa

Selain itu Prof. Aswanto juga menyampaikan sejumlah pesan untuk putra-putri Luwu. Menurutnya Luwu adalah salah satu daerah yang banyak melahirkan pejuang-pejuang yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta memiliki sifat jujur dan konsisten. Secara historis hal ini bisa menjadi kebanggan bagi putra dan putri daerah Luwu. Hal ini juga harus menjadi filosofi orang-orang Luwu dalam menjalankan tugas dan fungsinya di masyarakat hingga menjadi teladan.

Lebih lanjut Prof. Aswanto berharap kepada masyarakat Luwu untuk tetap menjaga persatuan dan kekompakan dalam membangun daerah. Walau terpisah secara administrasi namun secara budaya dan historis dapat menyatukan masyarakat Luwu. Lebih lanjut Prof. Aswanto menambahkan, sebagai putra daerah ia dan sejumlah rekannya yang juga putra daerah Luwu tetap berusaha memberi sumbangsih terhadap kemajuan daerah.

Reporter : Yusuf Gerhana
Editor. : Asran Salam

Written by 

Related posts

Komentar