Cendera Mata untuk Hanami di Hari Kemerdekaan

Belopainfo–Mungkin kita tak mengenal Hanami. Kini ia sudah berusia  87 tahun. Tentu usianya lebih tua dari bangsa ini.

Hanami seorang perempuan yang  melihat bangsanya merangkak kemudian mampu berjalan normal seperti sekarang ini. Hanami tentu menyaksikan silih bergantinya penguasa negerinya. Semua itu, tentu membawanya pada makna tersendiri tentang kemerdekaan.

Sebagai seorang veteran, sepertinya ia tak banyak menikmati kemerdekaan bangsanya dalam arti terlibat atau dilibatkan dalam merancang arah bangsanya. Barangkali hanya satu yang betul ia rasakan yakni tak lagi dijajah oleh bangsa lain.

Selasa pagi (17/08/2021) tepat Indonesia berusia 76 tahun, Hanami dengan dibonceng motor oleh cucunya, mendatangi Aula Kantor Kecamatan Bajo Barat setelah sehari sebelumnya, ia menerima undangan.

Dengan tubuh yang tak kuat lagi berjalan, Hanami memasuki aula. Wajahnya masih penuh semangat. Ia disambut oleh banyak orang yang baru saja selesai melakukan upacara peringatan kemerdekaan.

Hj. Rahmatiah, Camat Bajo Barat, Kabupaten Luwu, menyambut Hanami dengan suka cita. Kemudian Ibu Rahmatiah menyerahkan cendera mata kepada Hanami. 

“Ini bentuk kepedulian kami selaku pemerintah. Apa yang kami berikan ini tentu tidak sebanding dengan perjuangan mereka. Perjuangan Ibu Hanami,” begitu terang Ibu Rahmatiah kepada Belopainfo.id.

Hanami salah satu warga Desa Bonelemo Kecamatan Bajo Barat ini, diusianya yang semakin senja, dengan perjuangan yang berat dilaluinya, kepada kita semua punya pesan penting. Ia mengharapkan agar kita menanamkan semangat persatuan dalam diri.

“Semoga hari ini, bukan hanya sekadar diperingati saja, akan tetapi karakter dan kepribadian bangsa, harus kita tanamkan dalam diri yakni memiliki semangat dan persatuan yang kuat,” tutur Hanami saat ditemui setelah penyerahan cendera mata kepadanya.

Reporter. : Yusuf Gerhana
Penulis.   : Yusuf Gerhana
Editor.      : Alam Akkitanawa


Written by 

Related posts

Komentar