Terjadi Kejanggalan Pemberhentian Ketua UPK oleh BKAD Bupon

Belopainfo – Telah terbit surat pemberhentian Ketua UPK Bupon dari Ketua Badan Kerja sama Antar Desa (BKAD). Sebelumnya, pada tahun 2018, Latif Idris (LT) mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai Ketua UPK sebagai salah satu syarat untuk mencalonkan diri sebagai Bawaslu Luwu. Atas dasar itu, Ketua BKAD Badrul mengeluarkan surat pemberhentian LT 27 November 2020.

Ketua BKAD membutuhkan waktu dua tahun untuk mengeluarkan surat pemberhentian. Atas keterlambatan tersebut, melahirkan pertanyaan oleh publik. Publik melihat adanya permainan di antara keduanya. Sebab selama ini LT masih menjalankan fungsi-fungsinya sebagai Ketua UPK Bupon walau di sisi lain sudah menjabat Ketua Bawaslu Luwu. Hal ini ditandai dengan adanya bukti penerimaan gaji yang masih berjalan.

Baca Juga :  Pelantikan BPD, Basmin: Desa Harus Transparan dan Terbuka Kepada Masyarakat

Saat dikonfirmasi Ketua BKAD Badrul melalui telepon, ia mengakui bahwa tak ada petunjuk teknis untuk melakukan memberhentikan LT dan tidak melalui mekanisme MAD, karena Perbup  belum berlaku, sembari menunggu petunjuk teknis dari Pusat yang sampai sekarang belum ada.

Lebih lanjut, Badrul juga menuturkan bahwa dengan adanya regulasi yang belum jelas, ia berinisiatif membuat surat pemberhentian berdasarkan surat pengunduran diri LT.

Baca Juga :  Bupati Luwu Terima Penghargaan dari BPS Provinsi Sulsel

“Surat pemberhentian LT atas inisiatif saya tanpa konsultasi sebelumnya ke PMD,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Badrul, setelah kasus LT bergulir,  selaku Ketua BKAD dimintai surat pemberhentian LT oleh DKPP. Setelah dihadapkan di PMD, surat pemberhentian yang dikeluarkan Badrul itu tidak sah (Ilegal) karena tidak melalui mekanisme Musyawarah Antar Desa (MAD)

“Saya ditegur oleh DPMD karena pemberhentian LT harusnya ada MAD, tapi itu tidak kami lakukan, sehingga saya minta maaf dan meminta untuk melakukan MAD dan sekarang kami sisa menunggu surat dari DPMD untuk melakukan MAD,” jelasnya.

Baca Juga :  Kominfo Luwu Studi ke Luwu Utara

Reporter : Yusuf Gerhana
Penulis.  : Yusuf Gerhana
Editor.     : Alam Akkitanawa

Written by 

Related posts

Komentar