Klarifikasi Dosen UNCP yang Dilaporkan Melakukan Pencabulan

Belopainfo-Beredar informasi terkait adanya pencabulan (tindak asusila) yang dialami salah satu mahasiswi inisial I (21) selaku korban dan pelaku merupakan dosennya sendiri P (59). Hal tersebut tercuat ke media sosial saat si I melakukan pelaporan P ke pihak berwajib.

Sebelumnya, dilansir dari Teraskata.com. Hal tersebut dilakukan oknum dosen saat meminta korban yang berinisial I (21) untuk datang untuk mengumpul tugas di area sekitar lapangan Pancasila Jalan Anggrek Kota Palopo, Kamis (28/01/21) sekitar pukul 10.00 WITA.

Keterangan dari Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Edi membenarkan perihal itu. AKP Edi menyebutkan, korban telah melaporkan oknum dosen tersebut di Unit SPKT Polres Palopo.

“Berdasarkan keterangannya, korban mengaku kronologi terjadi ketika ia diminta datang untuk mengumpul tugas,” sebutnya kepada teraskata.com, Jumat (29/01/21).

Lanjutnya, korban disuruh masuk dalam mobil pelaku dan setelah di dalam mobil, pintu dikunci oleh pelaku.

“Kemudian pelaku meraba tubuh korban sehingga korban meronta dan memohon untuk pulang, setelah itu pelaku mengijinkan korban membuka pintu mobilnya lalu pulang,” jelasnya.

Saat ini, oknum dosen UNCP tersebut dalam pengejaran pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari P (59) saat dikonfirmasi melalui telepon, ia membantah hal tersebut dan menjelaskan bahwa sebelum adanya kejadian yang menjadikan dirinya sebagai pelaku pencabulan dengan modus (pengumpulan tugas).

Jauh hari sebelumnya, si I menelpon P untuk mengumpulkan tugasnya, diketahui jarak rumah I dan P tidak terlalu jauh, namun ia tidak pernah datang di rumah P untuk membawa tugasnya beserta tugas rekan-rekannya.

Karena sudah terlalu lama menunggu si I belum juga mengumpulkan tugasnya, pada hari Kamis (28/01/21) pukul 10.00 WITA, P yang berada di Pancasila pada waktu itu kemudian menelpon si I untuk menanyakan tugasnya, tiba-tiba si I merespon dengan cepat dan menuju Lapangan Pancasila.

“Saya hanya menanyakan tugasnya bagaimana, tiba-tiba dia langsung mau menemui saya, saya juga heran sebelumnya dia yang hubungi saya untuk datang kumpulkan tugas, tapi tidak datang, tapi pas saya telpon dia langsung datang padahal saya tidak panggil,” terangnya.

Ia juga membantah bahwa pada saat si I tiba di lokasi dan masuk ke dalam mobil, langsung mengunci pintu mobilnya.

“Saya tidak pernah mengunci pintu mobil saya, bahkan saat di mobil ia sempat curhat pada saya tentang pacarnya yang melarang ia untuk kuliah,” ujarnya.

Lebih lanjut, P menjelaskan, kalau ia melakukan pencabulan dengan meraba tubuh si I hingga meronta-ronta seperti yang ada di pemberitaan, tentu orang-orang pasti akan berdatangan, karena Lapangan Pancasila tempat keramaian.

“Saat ia ingin keluar dari mobil, ia tidak tahu cara membuka pintu, jadi saya bantu dia untuk buka pintu, tapi saya tidak sengaja menyentuhnya (bukan meraba), saya tidak mungkin melakukan pencabulan, selain dia mahasiswi saya dia juga tetangga saya,” jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, P akan melakukan klarifikasi lebih lanjut ke pihak berwajib untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut terkait laporan si I.

Reporter : Yusuf Gerhana
Penulis : Yusuf Gerhana
Editor : Alam Akkitanawa

Written by 

Related posts

Komentar