Jumat Agung, Umat Kristiani Desa Paccerakang Peringati Hari Kematian Isa Almasih

Belopainfo — Peringati hari kematian Isa Almasih, masyarakat lakukan ibadah Jumat Agung, di Gereja Toraja Jemaat Paccerakan di Dusun Paccerakang, Desa Paccerakang. Kecamatan Ponrang Selatan, Jumat (02/04/21).

Proses ibadah ini sama halnya dengan ibadah yang dilakuakan umat kristiani pada umumnya hanya saja kali ini identik dengan menggunakan pakaian berwarna hitam dan penekanan doa-doa tentang kematian.

Baca Juga :  Pemdes Paccerakang Kembali Salurkan BLD DD Tahap II

Pakaian dengan warna hitam yang mereka gunakan diyakini sebagai sebuah simbol kedukaan. Berduka atas dosa yang telah diperbuat semasa hidupnya.

“Baju hitam itu sebagai simbol duka cita, sebagai simbol kedukaan atas dosa-dosa yang telah dilakukan,”ujar Pendeta Jamaat Paccerakang, Mike Bode.

Selain itu, pada proses ibadah ini ada penekanan Khotbah dengan doa-doa dan lagu-lagu tentang kematian yang dilantunkan pada saat proses ibadah berlangsung.

Baca Juga :  Pemdes Paccerakang Fasilitasi APD untuk Relawan Covid-19

“Doa-doa tentang kematian lebih diutamakan bahwa sebagai manusia kita pasti akan kembali ke asalnya, selain itu kami juga berdoa agar Tuhan mengampuni dosa-dosa yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, usai melakukan proses ibadah jumat agung, mereka meyakini Tuhan akan senantiasa melindungi dan memberkati mereka dalam segala aktivitas yang dilakukan.

Baca Juga :  Penilaian Dasawisma, Ini Harapan Kades Paccerakang kepada Tim Penilai dan Kelompok Dasawisma

“Setelah ibadah jemaat kembali ke rumah masing-masing dan kami meyakini Tuhan akan senantiasa melindungi dan memberkati kami,” tutupnya.

Sementara itu, di Desa Paccerakang sendiri terdapat sepuluh gereja dan jumlah penduduknya juga mayoritas Kristen yakni sekitar delapan puluh persen dari jumlah penduduk yang ada.

Reporter. : Yusuf Gerhana
Penulis. : Yusuf Gerhana
Editor. : Alam Akkitanawa

Written by 

Related posts

Komentar