Sekilas Sejarah Desa Kadong-Kadong

770Views

Belopainfo-Luwu, Jumat (20/11/2020). Kadong-Kadong berasal dari kata “kado” atau “kado-kado” yang sepadan dengan kata “angguk” atau “mengangguk” dalam tatanan bahasa Indonesia. Kado atau Kadong-kadong merupakan bahasa isyarat yang bermakna mengiyakan suatu perintah dari pimpinannya. Konon, dulu mereka selalu mengangguk angguk atau “ma’kado-kado” dengan berpegang teguh pada prinsip “di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung”.

Pada mulanya Kadong-Kadong hanya merupakan sebuah dusun dalam wilayah Desa marinding. Pada tahun 1990 kadong-kadong memisahkan diri dari Desa Marinding dan berubah status menjadi desa persiapan dengan 3 Dusun yaitu Dusun Kadong-kadong, Dusun Dadeko, dan Batete.

Baca Juga :  Kades Kadong-Kadong, "Isolasi Mandiri Harus dari Kesadaran Masyarakat"

Selama dua tahun menjadi  desa persiapan, pada tahun 1992 Desa persiapan Kadong-Kadong ditetapkan menjadi desa definitif.

Desa Kadong-Kadong juga merupakan salah satu desa di Kecamatan Bajo Barat Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki luas 4,9 km2.Terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Batete, Dusun Kadong-kadong, Dusun Dadeko dan Dusun Tobaka.

Secara geografis Desa Kadong-kadong berbatasan dengan wilayah sebagai berikut. Sebelah Utara, berbatasan dengan Desa Saga Kecamatan Bajo, sebelah Timur, berbatasan dengan Desa Rumaju Kecamatan Bajo, sebelah Selatan, berbatasan dengan Desa Sampeang Kecamatan Bajo Barat, sebelah Barat, Berbatasan dengan Desa Marinding Kecamatan Bajo Barat.

Baca Juga :  Pemdes dan Masyarakat Desa Kadong Kadong Tolak Aktivitas Tambang CV. Alim Perkasa

Sementara itu, fase kepemimpinan Kepala Desa Kadong-Kadong diawali oleh Kiramang pada tahun 1992, selanjutnya pada tahun 2002 dilanjutkan oleh M. Hamo K, dalam pemilihan kepala desa selanjutnya pada tahun 2007 Makka diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi kepala desa.

Usai masa jabatan Makka, pada tahun 2013 masyarakat kembali menggelar pemilihan kepala desa dan mengangkat Rusli sebagai kepala desa dan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Baca Juga :  Kades Kadong-Kadong, "Pendataan Penerima BLT Bukan Sistem Kekeluargaan"

Selanjutnya pada tahun 2019 pemilihan kepala desa kembali digelar dan mengangkat Supriadi sebagai Kepala Desa Kadong-Kadong untuk satu periode. Masa kepemimpinannya masih berlangsung hingga sekarang dan sudah berjalan dua tahun semenjak ia terpilih.

Reporter.  : Yusuf Gerhana
Editor.       : Asran Salam

Written by 

Related posts

Komentar