PKK Luwu dan Swasembada Sayur Mayur Luwu 2022

Hari Minggu, Bulan Februari baru saja berlalu. Tepat tanggal 1 Maret 2020, di pagi yang cerah, kendaraan kami harus sejenak singgah di pos penjagaan rumah jabatan bupati Luwu. Di pos penjaga kami menyampaikan, bahwa hari ini kami ada jadwal wawancara dengan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Luwu.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. Satpol PP yang berjaga mempersilakan kami masuk. Menunjukkan arah dan jalan ke belakang Rujab. Di Rujab bagian belakang, memiliki desain aula dan tempat terima tamu. Kali ini kami juga diterima di tempat itu.

Bacaan Lainnya

Di belakang Rujab, sederet meja dan kursi tertata rapi. Berselang beberapa menit. Tak lama setelah kami tiba. Hj. Hayarna keluar menemui kami. Dengan senyum ramah, ia menjulurkan tangan menyambut kami. Setelah itu, kami memilih salah satu meja sebagai tempat wawancara.

Agenda wawancara kali ini, ingin mengupas proyeksi PKK Luwu di bawah kepemimpinannya. Kita tahu bersama, PKK punya sejarah panjang. Tercatat di Wikipedia, PKK bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri Gubernur Jawa Tengah Isriati Moenadi tahun 1967 setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar. Gerakan PKK hadir untuk terlibat memenuhi gizi masyarakat.


Untuk PKK Luwu, di bawah kepimpinan Hj. Hayarna ada geliat yang cukup siqnifikan. Ada beberapa program yang dinilai oleh publik cukup menarik. Walau di sisi lain, titik kritik dari elemen bawah tetap ada. Sehingga dengan itu, Belopoinfo.id tertarik untuk mengupasnya.


Kami sudah duduk berhadapan. Di atas meja, kopi sudah tersedia yang disuguhkan oleh asisten rumah tangga. Setelah berbincang sejenak. Memperkenalkan diri, wawancara pun kami mulai. Perekam suara dinyalakan. Berikut petikan wawancara Belopainfo.Id dengan Hj. Hayarna selaku ketua PKK Luwu.

Bagaimana PKK Luwu kedepannya di bawah kepemimpinan ibu?

Sebelum menjawab terlebih dahulu saya ingin menjelaskan seperti apa itu PKK sebab, banyak orang yang belum paham apa itu PKK? Hal ini sedikit banyaknya punya pengaruh terhadap kinerja kami di PKK. Tentu agak sulit merealisasikan tugas dan peran atau fungsi tim PKK karena pada umumnya, masih ada masyarakat yang tidak tau apa fungsi dan perannya tim PKK. Kira-kira bila ingin dijelaskan secara sederhana, tim PKK itu berarti lebih dari 1 orang yang memikirkan. Artinya kegiatan PKK banyak yang terlibat. Struktur PKK juga berjenjang mulai desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Dengan demikian program PKK juga tidak jauh dari program jenjang di atasnya di mana semua program dalam rangka menopang program pemerintah pusat, provinsi dan daerah.


Untuk di Kabupaten Luwu ini, apa yang termuat di dalam tugas dan fungsi tim PKK itu yang pertama sebelum kita bertindak di lapangan (aksi program), terlebih dahulu bagaimana administrasi tim PKK baik dan tertib. Sehingga ketersediaan pengurus yang mengurus administrasinya menjadi penting. Selain itu, manajemen juga perlu ditata dan ini berlaku untuk semua level PKK di daerah. Letak manajemen PKK yang baik jika pengurus masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) tim PKK bekerja sesuai tupoksinya. Kita tahu bersama, ada beberapa pokja di PKK. Pokja 1 membidangi masalah moral, pokja 2 yang membidangi masalah pendidikan, keahlian, kesejahteraan, pokja 3 yang membidangi masalah ketahanan pangan, dan pokja 4 yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat. Itu sedekit penjelasan mengenai PKK.


Sedangkan jawaban dari pertanyaan tadi. Bahwa bagaimana PKK Luwu kedepan dalam hal ini kerja-kerjanya seperti apa, yang pertama adalah pembenahan administrasi PKK di semua level di Luwu ini, kedua mendorong setiap pokja untuk berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Semua itu akan berjalan dengan baik jika dipola dengan manajeman yang baik pula. Sisi lain, di sini, saya selaku ketua tetap bertindak untuk mengawasi dan mengarahkan setiap pokja agar bergerak sebagai rambu-rambu yang telah disepakati. Kualiti kontrol tetap saya lakukan. Maka, setiap waktu evaluasi tetap berjalan. Jika mau disingkat bagaimana PKK Luwu kedepan kira-kira seperti ini“ Tulis apa yang mau dikerjakan dan kerjakan apa yang sudah ditulis”


Sisi lain, gerak PKK kedepan tidak terlepas dari mana starnya. Dan itu tentunya saya harus melihat dulu “mobil” ini sudah berada di mana. Kan tidak bisa dipungkiri bahwa saya mewarisi peninggalan pengurus yang lalu, maka dari itu, star saya tergantung sejauh mana pengurus yang lalu membawa PKK Luwu ini. Akan tetapi menurut hemat saya dan hasil evaluasi ketiga poin di atas yang telah saya gambarkan tetap menjadi dasarnya. Setelah saya pelajari dengan saksama, saya lihat memang kita harus star dari awal. Manajemennya harus diperbaiki, karena itu, akan membuat star lebih baik. Setelah manajemannya bagus saya masuk di kelompok kerja masing-masing. Kelompok kerja pada umumnya, gerakan kita untuk 5 tahun kedepan tentu kita juga harus bertahap, tahun demi tahun, tapi tidak menutup kemungkinan pekerjaan tahun pertama sudah melekat juga embrionya untuk 5 tahun kedepan.

Apa program jangka pendek dan jangka panjang PKK Luwu?

Kalau kita bicara program, berarti kita kelompokkan lagi program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Sebelum menguraikan program PKK yang jelas bahwa program PKK itu harus seiring sejalan dengan apa yang menjadi program pemerintah kabupaten dan tentu program pemerintah kabupaten memiliki sinergitas dengan pemerintah provinsi dan pusat. Sehingga PKK juga programnya semua sinergis. Misalnya program ketahanan pangan dan menurunkan angka kelahiran bayi stunting. Tentu apa yang sudah kami pikirkan dan lakukan, bahwa gerakan Serentak Menanam dengan Pemanfaatan Lahan Pekerangan (GERTAK) ini, sebagai program untuk kesejahteraan masyarakat. Yang mengawal GERTAK di desa-desa tentunya PKK di desa, dibantu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dibentuk oleh PKK.

Program Utama Ketua PKK Kabupaten Luwu

Jadi pemanfaatan lahan pekerangan ini program jangka panjang PKK?

Ini jangka pendek. Tetapi ini berorientasi untuk menopang jangka panjang. Dengan pemanfaatan lahan pekarangan itu seperti yang di lakukan sekarang melalui program GERTAK, ide ini lahir berangkat dari analisa terhadap rumah tangga yang pas-pasan secara ekonomi, Sehingga kami mengambil level terendah atau standar bahwa untuk kebutuhan gizi, seperti sayur mayur minimal pengeluaran kita sehari 20 ribu. Nah bagaimana untuk menekan ini agar rumah tangga tidak lagi mengeluarkan uang sebesar 20 ribu ini dengan cara menanam dan memanfaatkan pekerangan rumah masing-masing, Jika pekarangan rumah itu sempit, kita bisa pakai polibak. Semenjak program GERTAK ini dimulai 13 Febaruari 2020 lalu, kita berharap ini bisa menekan biaya konsumsi keluarga. Jika dihitung, biaya yang bisa ditekan jika program ini berjalan jumlahnya sangat besar. Misalkan setiap rumah tangga mengeluarkan biaya kurang lebih 20 ribu untuk ssayur mayur, dikalikan dengan kuran lebih 1000 rumah tangga per desa maka, perdesanya dalam satu hari kita bisa menekan biaya kurang lebih 20 juta jika dihitung dalam sebulan yakni 30 hari maka, kurang lebih 600 juta per desa. Jika dikalikan dengan 207 desa ditambah 20 kelurahan di Kabupaten Luwu ini, maka kita melakukan penghematan dalam sebulamnya sekitar 7,2 M. Jika dihitung dalam setahun, maka kita akan menghemat sekitar 83, sekian milyar.

Dengan demikian, mengapa ini kami dorongan. Bergerak melakukan penyadaran ke masyarakat. Karena untuk kita sendiri dalam memenuhi asupan gizi tanpa mengeluarkan uang. Jadi program jangka pendeknya yakni bagaimana kebutuhan sayur mayur keluarga terpenuhi tanpa harus mengeluarkan uang. Sedangakang untuk jangka menengahnya kegiatan pemanfaatan pekerangan rumah ini terus berlanjut. Tidak hanya berlasung setahun akan tetapi terus dimanfaatkan. Untuk jangka panjang program PKK ini yakni kedepan kita akan memetakan lahan di desa yang sesuai dengan sayur mayur yang cocok untuk tumbuh. Ini geraknya sudah tidak lagi lingkup pekarangan rumah namun sudah tercipta kebun-kebun desa. Jika ini berjalan sesuai rencana, maka 2022 kita nyatakan stop konsumsi sayur dari daerah lain. Artinya kita sudah berdaya sendiri. Bahkan hasil dari kebun-kebun desa nantinya, Luwu bisa surplus sayur mayur. Pada situasi seperti itu, kita akan bergerak ke agrobisnisnya. Kita akan bergerak pada bisnis sayur dalam penyuplai sayur mayur di kabupaten lain. Ini yang menjadi program jangka panjangnya.

Bersambung…

Reporter : WM

Editor      : AS

Pos terkait