Mubes VII Forpa, Awaluddin: Pengabdian Belum Usai

Belopainfo — Forum Pencinta Alam Kota Palopo menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VII di Balai Latihan Kerja (BLK) Jl. Djufri Tambora, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Kegiatan yang bertema Kode Etik Tetap di Dada adalah sebagai simbol gerakan Forpa Palopo dalam menjalankan misi menjaga Lingkungan dan misi kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Ketua Forpa Awaluddin saat ditemui wartawan Belopainfo.id, ia mengatakan bahwa Forpa Palopo yang menggelar kegiatan Mubes VII bukan akhir dari pengabdian melainkan untuk memberikan ruang kepada rekan-rekan sekode etik melanjutkan kepengurusan Badan Pengurus Harian (BPH) Forpa Palopo periode 2021-2023.

Setelah pasca terjadinya bencana alam tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004, Forpa Palopo mulai digagas dari beberapa orang yang tergerak untuk terlibat dan menjalankan misi kemanusiaan.

Terbentuk sejak tahun 2005, dan sekarang sudah berusia 16 tahun bukanlah perjalanan yang mudah, berbagai pengalaman, suka duka dalam menjalankan misi kemanusiaan yang selalu berpegang teguh pada Kode Etik Pencinta Alam untuk senantiasa membangun solidaritas dan menjaga Alam dan Manusia.

Berbagai macam bencana di beberapa daerah yang ada di Palu Sulawesi Tengah, Bantaeng, Goa, Masamba, Sulawesi Selatan, Mamuju Sulawesi Barat, dan lain-lain, Forpa Palopo turut andil melibatkan diri untuk menjadi relawan kemanusiaan membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Saat dilokasi bencana, Forpa Palopo juga melakukan kerja-kerja prefesional, seperti melakukan assessment, penyaluran logistik, dan Baksos. Hal itu dilakukan dengan melakukan pembentukan team untuk membagi tugas dan saling menjalin komunikasi agar dapat terakomodir dengan baik.

Awaluddin menilai bahwa Forpa Palopo harus mempersiapkan diri untuk tetap senantiasa melakukan misi kemanusiaan, karena melihat kondisi cuaca dan bencana alam yang terjadi akibat dari adanya perubahan iklim yang terjadi dan sudah menyeluruh di seluruh dunia.

Dilansir dari bbc.com, menurut studi WMO, adalah kenaikan permukaan laut global. Sejak pertama kali diukur dengan sistem berbasis satelit yang akurat pada awal 1990-an, permukaan laut naik 2,1 mm per tahun antara 1993 dan 2002.

Tetapi dari tahun 2013 hingga 2021 kenaikannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4,4 mm, sebagian besar dipengaruhi oleh akselerasi hilangnya es dari gletser dan lapisan es.

Itu karena dalam bulan-bulan awal tahun ini dipengaruhi oleh peristiwa La Niña, fenomena cuaca alami yang cenderung mendinginkan suhu global.

Tetapi laporan itu juga menunjukkan bahwa rekor suhu global berada di jalur untuk menembus 1C untuk pertama kalinya selama periode 20 tahun.

“Berdasarkan data tersebut, Pencinta Alam Sekota Palopo yang tergabung di dalam Forpa harus tetap solid dan tetap eksis untuk menjaga alam dan manusia,” tegas Awaluddin.

Selain itu, Awal sapaan akrabnya yang pada kesempatan ini mewakili BPH Forpa mengucapkan banyak banyak terima kasih atas atensi senior-senior dan saudara pencinta alam sekode etik yang telah mendampingi kepengurusan BPH dalam menjalankan amanah selama dua (2) tahun masa bakti BPH Forpa.

“Semoga Mubes berjalan baik dan memimilih BPH periode selanjunya dengan demokrasi dan kekeluargaan, sehingga Forpa tetap menjadi forum pemersatu,” harap ia kepada peserta forum Mubes.

Penulis: Ysf

Pos terkait