DPRD PALOPO DAPAT KIRIMAN PAKET TAI SAPI

Isnul, seorang warga BTN Merdeka Kota Palopo, mengantarkan langsung paket berisi kotoran sapi ke kantor DPRD Palopo. Ia mengeluhkan banyaknya sapi yang berkeliaran dan menghamburkan kotoran di sekitar perumahan tempat tinggalnya.

Aksi Isnul ini sebagai bentuk protes terhadap Pemkot dan DPRD yang dianggap tidak menjalankan Perda No. 6 tahun 2019 dan Perubahan atas Perda No. 7 tahun 2006 tentang Peternakan dan Penertibannya.

Baca Juga :  Maksimalkan Pencegahan Covid-19, Bupati Luwu Benahi Sarpras Posko di Perbatasan

“Menurut saya ini adalah Perda mandul yang dibuat oleh DPRD Kota Palopo. Perda ini telah ada selama 13 tahun tapi sampai sekarang tak dijalankan sebagaimana mestinya” Ujar Isnul

Isnul menjelaskan pada pasal 12 ayat 1 poin a,b,c dan d penegasan jelas tentang peternak. Tak boleh melepaskan ternaknya jika mengganggu keindahan kota.

Tapi kotoran sapi yang berserakan menurutnya sangat mengganggu keindahan Kota Palopo dan kenyamanan masyarakat di perumahan yang berada di tengah Kota Palopo.

Baca Juga :  Relawan Sivonesia Ajak Pengungsi Desa Meli Membuat Tempat Tidur Bayi

Awalnya paket berisi kotoran sapi dibawa untuk Anggota DPRD Palopo Komisi 3, namun ruangan Komisi 3 kosong. Akhirnya Isnul mendatangi ruangan Ketua DPRD Palopo dan diterima langsung berserta paket kotoran sapi oleh Ketua DPRD Palopo Hj. Nurhaeni.

Ketua DPRD menerima aspirasi Isnul menjelaskan dirinya juga tak suka ada ternak berkeliaran. Selain mengganggu pemandangan Kota juga meresahkan masyarakat. Hj. Nurhaeni akan menyerahkan masalah ini kepada Anggota DPRD Komisi 3.

Baca Juga :  Kunjungi 4 Desa Bupati Luwu Tekankan Protokol Kesehatan Pada Masyarakat

“Aspirasi ini kami terima dan akan dilanjutkan ke komisi 3 untuk direspon cepat” kata Hj. Nurhaeni. (Acp)

Written by 

Related posts

Komentar