Andi Djemma: Tak Sekadar Nama, Namun Cita-cita

Andi Djemma lahir dari turunan bangsawan Andi Engka Opu Cenning dan Sitti Huzaimah Andi Kambo. Ia tercatat lahir 15 Januari 1901 di Palopo. Andi Djemma tumbuh di lingkungan Istana. Ibunya, Andi Kambo, selalu membawanya untuk mengikuti rapat-rapat kerajaan. Pada proses itu, Andi Djemma kecil, banyak belajar tentang tata kelola pemerintahan. Ambun P. Bara’allo dalam Makassar Terkini.id menulis bawah Andi Djemma…

Baca Selanjutnya

Ratu We Tenri Olle, Peneroka Pendidikan dan Genang Kitab I Lagaligo

Dalam buku Histori Of Java (1871), Thomas Stanford Raffles memiliki kesan tersendiri terhadap perempuan Bugis-Makassar. Baginya, perempuan Bugis-Makassar sungguh jauh berbeda diperlakukan dengan perempuan di suku lain atau daerah lain bahkan bangsa lain di masa silam.  Thomas Stanford Raffles, menulis bahwa perempuan Bugis-Makassar menempati posisi yang lebih terhormat daripada yang disangkakan. Mereka tidak mengalami kekerasan, pelanggaran privasi atau dipekerjakan secara…

Baca Selanjutnya

Liku Perjuangan Opu Daeng Risaju

Sejarah mencatat bahwa salah satu tokoh nasional perempuan yang ada Tana Luwu adalah Famajjah yang dikenal dengan gelar Opu Daeng Risaju. Ia lahir di Palopo pada tahun 1880, anak dari pernikahan Muhammad Abdullah To Barengseng dengan Opu Daeng Mawellu. Palopo kota kelahirannya adalah kota pelabuhan penting yang ada di teluk Bone. Di kota ini pula berpusat Kedatuan Luwu, merupakan kerajaan tertua…

Baca Selanjutnya

Pekerja Tambak Hingga Kepala Desa, Sebuah Etape Hidup

Agus Salim salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pernah mengucapkan pepatah kuno Belanda “Leiden is Lijden“, jika diterjemahkan berarti “memimpin adalah derita”. Jalan menjadi pemimpin bukanlah jalan yang mudah, siapa pun yang menjadi pemimpin harus siap dengan jalan menderita. Demikian Andi Arfan Basmin, Kepala Desa Senga Selatan, mengutip kata-kata ini ketika ditemui di Kantor Desa Senga Selatan 11 Februari 2020. Kantor…

Baca Selanjutnya

Suradi, Warna Warni Desa Hingga BUMDes

Lahir di Desa Lamunre Tengah pada 2 Juli 1992, 28 tahun lalu. Saat itu, masih kecamatan Belopa. Belum terpecah menjadi Belopa dan Belopa Utara. Suradi Kepala Desa Lamunre Tengah tumbuh dan besar di sekitar pasar Belopa. Tentang masa remajanya, ia tidak akan malu mengatakan dirinya lebih pantas di sebut dengan “Bambong”. Sebuah kata yang berarti nakal dan kerjanya keluyuran. Bambong…

Baca Selanjutnya

Bustan, Sang Inovator Desa

Lahir dan besar dari keluarga petani Bullah dan Martini, tepatnya 48 tahun yang lalu di kecamatan Bajo. Bustan, telah terbiasa untuk hidup mandiri. Selama kecil hingga beranjak remaja ada dua pesan orang tua yang tak bisa dilupakannya yaitu untuk terus belajar atau bersekolah dan membiasakan diri hidup mandiri. Ada situasi di mana terkadang orang tuanya harus meninggalkan mereka 5 bersaudara…

Baca Selanjutnya
error: Content is protected !!