Butuh Museum, Budayawan Luwu Menemui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah

Belopainfo–Dalam rangka mengupayakan pelestarian dan penyelamatan arsip negara dalam hal ini bukti penghargaan piagam yang diberikan pada sosok Pahlawan Wanita bernama Famajjah bergelar Kebangsawanan Kerajaan Luwu, Opu Daeng Risadju. Sharma Hadeyang salah satu budayawan Luwu berinisiatif menemui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu pada Kamis, 18 Februari 2021 kemarin. “Kita berharap, kedepan Luwu ini bisa punya tempat berupa bangunan…

Baca Selanjutnya

“Agama” Pernah Membunuh Akal

Agama punya sejarah panjang. Sebelum era kitab suci atau “Wahyu”, manusia mempercayai mitos-mitos. Pada mitos itu, manusia mengikatkan diri. Melalui mitos, mereka menerjemahkan dan menjalani realitas materi. Aktivitas hidup sesuai terjemahan oleh tokoh karismatik atas mitos-mitos itu. Setelahnya, datang era logos. Era nalar. Manusia kala itu, kala abad sebelum Masehi masih juga berpegang pada mitos. Manusia tak meninggalkan mitos. Dua…

Baca Selanjutnya

Perempuan dan Hal-hal yang Tak Pernah Selesai

“Aku tak mengenal diriku, perempuan.Kecuali jika, aku belajar mengenalnya dan memahaminya”—Amora Milaranti— Menyelami lautan perempuan tentu tak akan sama ketika menyelami lautan laki-laki. Bahkan cukup banyak tinta di tumpahkan demi perdebatan akan hal itu. Tak sedikit juga kalangan pemikir seperti Aristoteles, Mahatma Gandi, Suciko Murata, Simone De Beauvior turut mengeluarkan ide-idenya tentang perempuan. Namun di balik itu semua, tak cukup…

Baca Selanjutnya

Sastrawan Asal Luwu Masuk Nominasi HPI 2020

Belopainfo-Luwu, Senin (7/12/2020) Yayasan Hari Puisi Indonesia, telah mengumumkan 25 Nominasi Buku Puisi, Minggu 6 Desember 2020. Sayembara yang dilakukan oleh Yayasan HPI ini, merupakan salah satu sayembara bergensi untuk sastrawan di Indonesia. Yayasan Hari Puisi Indonesia, memang setiap tahun mengadakan perlombaan untuk memilih buku puisi terbaik karya anak bangsa. Ketua HPI, Maman S. Mahayana dalam Chanel YouTube, Hari Puisi…

Baca Selanjutnya

Socrates, Diogenes, dan Kegilaan

”Kegilaan”, saya kira adalah jalan alternatif, agar hidup lebih “berisi”, terutama ketika menghadapi keadaan yang dinormalisasi mirip sekarang; di aras politik, perbedaan prinsip demokrasi terancam berkembang ke arah totalitarianisme massa. Di saat bersamaan, demi stabilitas, kekuasaan negara kerap menempuh cara kekerasan menumpas kritisisme sekaligus mengampanyekan rezim autokrasi; di medan budaya, pasar—banyak orang menyebutnya kapitalisme—melalui budaya high consumption, menormalisasi masyarakat menjadi…

Baca Selanjutnya

Waham Kebesaran dan Tiga Juru Selamat dari Ypsilanti

Meski lebih besar, tiga orang perawat sulit membekuk Joseph Cassel yang bertubuh cebol. Di ruangan serba putih, Joseph mengamuk dan meneriakkan khotbah kebangkitannya. Ia juga mengancam menyayat lengannya yang sudah lebih dahulu berdarah. Darah itu, kata Joseph, untuk menebus dosa-dosa umatnya. Nyatanya, ia mengancam orang-orang di sekitarnya dengan menggunakan bekas penutup makanan kaleng. Joseph mengaku dirinya adalah Yesus Kristus dari…

Baca Selanjutnya

Literasi Budaya untuk Ketahanan Budaya

Mempercakapkan topik ini, mungkin amat elok kalau merujuk pada salah satu buku, berjudul Ketahanan Budaya. Buku yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan; Insignia, 2014, salah seorang penulisnya, Ade Makmur K,  merujuk pada pandangan Kartawinata, tatkala berbicara tentang konsep dasar, berkaitan dengan ketahanan budaya. Sebaiknya, saya kutipkan saja, “Ketahanan budaya, dapat diartikan sebagai suatu proses perwujudan kesadaran kolektif yang…

Baca Selanjutnya

Saatnya Aktivis Gerakan Mengedepankan Gerakan Intelektual

Gerakan mahasiswa dalam sejarah peradaban dunia berkali-kali telah menorehkan tinta emasnya. Pergerakan mahasiswa senantiasa memberikan pencerahan baru dalam setiap sikapnya. Di Indonesia, peran mahasiswa angkatan 66, 74, dan 98 telah memberikan label the agent of social control. Apalagi perjuangan mereka tidak lain adalah penyalur lidah masyarakat yang tertindas pada masanya. Kekuatan moral yang terbangun disebabkan karena mahasiswa selalu bergerak secara…

Baca Selanjutnya

Dari Scola ke Keluarga: Siasat Bertahan Era Korona

Kehidupan pasca modern adalah zaman simulakrum, begitu pendakuan Jean Baudrillard, sosiolog abad kini. Analisis Baudrillard ini ditandai oleh dua alasan. Pertama, di masa akan datang—yang artinya saat ini—kehidupan masyarakat akan banyak dimediasi perangkat berteknologi canggih, di mana salah satunya adalah alat komunikasi. Kedua, peralihan dari kehidupan modern ke pascamodern, akan berdampak kepada cara orang berkomunikasi melalui simbol, tanda, bahasa, dan…

Baca Selanjutnya
1 2 3 4