Tradisi Pernikahan Luwu : Membangun Rumah Cinta, Langkah Ketiga: Mappatettong Baruka (Mappatettong Sompung)

Pada hari yang ditetapkan atau yang dipilih sebagai hari baik oleh “sanro” atau dukun maka dilakukan secara “mappatettong baruka” artinya mendirikan baruka. Baruka adalah bangunan yang sengaja didirikan terpisah sama sekali dengan rumah di kediaman yang dibuat untuk melaksanakan acara atau upacara tertentu yang didalam peristiwa ini adalah untuk acara perkawinan. Bangunan Baruka  ini merupakan bagian dari serangkaian simbol-simbol dari…

Baca Selanjutnya

Tradisi Pernikahan Luwu : Membangun Rumah Cinta, Langkah kedua Mammanu’-manu’;, Mappata Duta

Belopainfo–Pada edisi sebelumnya, kita sudah membahas tentang tentang mabbalao cici dan sudah mendapat keterangan dari calon mempelai wanita dan dianggap mungkin untuk melanjutkan maksud mulia tersebut. Maka dilakukan upaya mammanu-manu yang berasal dari kata manu-manu artinya burung-burung.  Berbeda dengan mabbalao cici, yang tak diketahui siapa pun maka mammanu-manu telah nampak oleh penghuni rumah, bahkan oleh tetangga dekat, walaupun telah diketahui tetapi…

Baca Selanjutnya

Dua Penulis Asal Luwu Lolos Seleksi Antologi Puisi Angkatan Sastra 2021 PDS H.B. Jassin

Belopainfo–Sebanyak 599 penulis dari seluruh Indonesia dua diantarnya penulis asal Luwu yang lolos seleksi Antologi Puisi Angkatan Sastra Milenial 2021 yang diselenggarakan oleh Yayasan H.B. Jassin Jakarta. Informasi lolosnya dua penulis Luwu diketahui dari hasil pengumuman lolos kurasi yang diunggah oleh akun Facebook milik penyair Remmy Novaris D.M. di berandanya. Remmy dalam akun Facebooknya, menilai bahwa proses pemilihan puisi kali…

Baca Selanjutnya

Butuh Museum, Budayawan Luwu Menemui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah

Belopainfo–Dalam rangka mengupayakan pelestarian dan penyelamatan arsip negara dalam hal ini bukti penghargaan piagam yang diberikan pada sosok Pahlawan Wanita bernama Famajjah bergelar Kebangsawanan Kerajaan Luwu, Opu Daeng Risadju. Sharma Hadeyang salah satu budayawan Luwu berinisiatif menemui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu pada Kamis, 18 Februari 2021 kemarin. “Kita berharap, kedepan Luwu ini bisa punya tempat berupa bangunan…

Baca Selanjutnya

“Agama” Pernah Membunuh Akal

Agama punya sejarah panjang. Sebelum era kitab suci atau “Wahyu”, manusia mempercayai mitos-mitos. Pada mitos itu, manusia mengikatkan diri. Melalui mitos, mereka menerjemahkan dan menjalani realitas materi. Aktivitas hidup sesuai terjemahan oleh tokoh karismatik atas mitos-mitos itu. Setelahnya, datang era logos. Era nalar. Manusia kala itu, kala abad sebelum Masehi masih juga berpegang pada mitos. Manusia tak meninggalkan mitos. Dua…

Baca Selanjutnya

Perempuan dan Hal-hal yang Tak Pernah Selesai

“Aku tak mengenal diriku, perempuan.Kecuali jika, aku belajar mengenalnya dan memahaminya”—Amora Milaranti— Menyelami lautan perempuan tentu tak akan sama ketika menyelami lautan laki-laki. Bahkan cukup banyak tinta di tumpahkan demi perdebatan akan hal itu. Tak sedikit juga kalangan pemikir seperti Aristoteles, Mahatma Gandi, Suciko Murata, Simone De Beauvior turut mengeluarkan ide-idenya tentang perempuan. Namun di balik itu semua, tak cukup…

Baca Selanjutnya

Sastrawan Asal Luwu Masuk Nominasi HPI 2020

Belopainfo-Luwu, Senin (7/12/2020) Yayasan Hari Puisi Indonesia, telah mengumumkan 25 Nominasi Buku Puisi, Minggu 6 Desember 2020. Sayembara yang dilakukan oleh Yayasan HPI ini, merupakan salah satu sayembara bergensi untuk sastrawan di Indonesia. Yayasan Hari Puisi Indonesia, memang setiap tahun mengadakan perlombaan untuk memilih buku puisi terbaik karya anak bangsa. Ketua HPI, Maman S. Mahayana dalam Chanel YouTube, Hari Puisi…

Baca Selanjutnya

Socrates, Diogenes, dan Kegilaan

”Kegilaan”, saya kira adalah jalan alternatif, agar hidup lebih “berisi”, terutama ketika menghadapi keadaan yang dinormalisasi mirip sekarang; di aras politik, perbedaan prinsip demokrasi terancam berkembang ke arah totalitarianisme massa. Di saat bersamaan, demi stabilitas, kekuasaan negara kerap menempuh cara kekerasan menumpas kritisisme sekaligus mengampanyekan rezim autokrasi; di medan budaya, pasar—banyak orang menyebutnya kapitalisme—melalui budaya high consumption, menormalisasi masyarakat menjadi…

Baca Selanjutnya

Waham Kebesaran dan Tiga Juru Selamat dari Ypsilanti

Meski lebih besar, tiga orang perawat sulit membekuk Joseph Cassel yang bertubuh cebol. Di ruangan serba putih, Joseph mengamuk dan meneriakkan khotbah kebangkitannya. Ia juga mengancam menyayat lengannya yang sudah lebih dahulu berdarah. Darah itu, kata Joseph, untuk menebus dosa-dosa umatnya. Nyatanya, ia mengancam orang-orang di sekitarnya dengan menggunakan bekas penutup makanan kaleng. Joseph mengaku dirinya adalah Yesus Kristus dari…

Baca Selanjutnya
1 2 3 4