Rakor ke 6 Rencana Penguatan Data Pencegahan Stunting Targetkan Capaian 20 Indikator

Belopainfo – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan rencana aksi 6 penguatan sistem menejemen data sebagai percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintergritas.

Rakor yang dilakukan di Hotel Borneo Belopa ini diikuti 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Luwu, Senin (18/10/2021).

Adapun 11 OPD yang ikut serta dalam rapat koordinasi ini di Antaranya bappelitbagda, Dinas PUPR, Dinas sosial, Dinas ketahanan pangan,Dinas pendidikan dan kebudayaan, Dinas pengendalian penduduk dan KB, Dinas prekrim,Dinas kesehatan, Dinas pemberdayaan masyarakat Desa, Dinas pertanian, dan Dinas perikanan.

Kepala Bappelitbagda Achmad Awwabin yang hadir dan membuka acara menjelaskan telah melakukan beberapa kegiatan. Seperti Aksi pertama, tetapkan 34 lokus pada tahun 2021, dan 35 lokus untuk tahun 2022 degan menentukan jumlah kasus prevelensi stunting yang didasari hasil analisis situasi.

Aksi kedua, yaitu menetapkan rencana program kegiatan dan anggaran pencegahan dan penurunan stunting berdasarkan APBD Kabupaten Luwu dan alokasi anggaran lain yang sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Aksi ketiga, dilakukan Rembuk Stunting yang menghasilkan masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan terhadap cakupan intervensi stunting yang akan dilakukan pada tahun berjalan maupun tahun rencana.

Aksi keempat, penyusunan Peraturan Bupati Nomor 15 tahun 2021 tentang Pencegahan Dan Penanganan Stunting Di Desa. Telah dilakukan sosialisasi Perbup tersebut ke seluruh pemangku kepentingan terutama pemerintah desa. Aksi kelima, yaitu pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM)

Aksi keenam, saat ini merupakan penyusunan sistem manajemen data intervensi penurunan stunting sebagai langkah pengelolaan data di tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat desa. Hal ini akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi dan digunakan untuk membantu pengelolaan program kegiatan pencegahan dan penurunan stunting.

“Sebelumnya kami telah melakukan beberapa kali kegiatan, saat ini adalah aksi ke enam,” terang Achmad awwabin.

Plt Kadis Kesehatan, dr. Rosnawary Basir mengemukakan bahwa data yang terkait dengan intervensi stunting. Baik intervensi gizi spesifik (kegiatan yang pada umumnya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan), maupun intervensi gizi sensitif (kegiatan dari OPD lain yang memiliki kontribusi sebesar 70% dalam mencegah terjadinya stunting). Keduanya memerlukan sistem manajemen data dalam rangka mendukung pelaksanaan dan pengelolaan program atau kegiatan pencegahan stunting tersebut.

Ada 20 indikator program yang menjadi cakupan intervensi stunting. Sebagian besar atau 11 indikator merupakan indikator program di bidang kesehatan. Mencakupan ibu hamil dan balita kurus mendapat PMT, cakupan kehadiran balita di posyandu, cakupan balita mendapat vitamin A, imunisasi, balita diare mendapat zinc, ibu nifas, remaja putri mendapat TTD, dan kelas ibu hamil.

“11 program tersebut tersedia baik dalam sistem informasi berupa aplikasi maupun pelaporan manual, karena program tersebut merupakan kegiatan rutin di Dinas Kesehatan,” terang dr. Rosnawary.

Plt Kadis Kesehatan ini berharap dengan adanya kegiatan penguatan sistem manajemen data ini, kiranya bisa memenuhi kebutuhan data 20 indikator tersebut. Bertujuan untuk pemantauan dan evaluasi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Luwu.

Penulis: Anr

Written by 

Related posts