Larang Ikuti Seminar Laporan PKL, Mahasiswa Anggap Pihak UNCP Diskriminasi

1.8kViews

Palopo – Minggu (15/3/2020). Apsril Kahar salah satu Mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian merasa kecewa. Pasalnya tak dibolehkan oleh pihak kampus ikut serta dalam forum seminar laporan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Aula Kampus 2 UNCP pada sabtu 14 Maret 2020 kemarin.

Saat dikonfirmasi Belopa Info via telepon, Apsril menjelaskan bahwa ia tidak diperbolehkan mengikuti seminar laporan PKL bersama teman-temannya dengan alasan bahwa ia diskorsing. Sebelum diskorsing, Apsril telah mengikuti PKL selama satu bulan lebih di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.

Baca Juga :  DPMD Luwu Hadiri Pembukaan Konsolidasi Kepala Desa Utusan Politik Masyarakat Adat di Bonelemo

“Saya tidak dibolehkan masuk dalam forum seminar oleh ketua prodi,” kata Apsril ketika dikonfirmasi.

Surat skorsing yang dikeluarkan pihak UNCP

Kronologis surat skorsing dikeluarkan oleh pihak kampus tepat pada tanggal 24 Februari 2020. Pada 2 Maret 2020 dua hari setelah penarikan atau selesai PKL, Apsril dipanggil oleh pihak kampus dan diberikan surat skorsing tersebut. Dalam proses PKL, Apsril sama sekali tidak tahu kalau dirinya diskorsing.

Baca Juga :  Kawal Sidang PTUN Ratusan Mahasiswa Demonstrasi di Depan Pengadilan Palopo

Terbitnya surat skorsing untuk Apsril, menambah daftar jumlah mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo yang di skorsing menjadi 22 mahasiswa. Sebelumnya berjumlah 21 mahasiswa, karena terlibat dalam aksi demontrasi yang dilakukan mahasiswa pada 29 November hingga 4 Desember 2019.

“Saya juga tidak tahu 2 hari setelah penarikan tetiba saja dipanggil dan diberikan surat skorsing,” kata Apsril menambahkan.

Ongky sapaan akrap Apsril mengaku menerima penjatuhan skorsing karena ia memang terlibat bersama dengan 21 mahasiswa lainnya. Namun ia tidak menerima ketika dilarang masuk dalam forum untuk menyampaikan laporan hasil PKL dan disuruh pulang.

Baca Juga :  Ketua DPRD Luwu Serahkan 5 Rapenda Ke Bupati

Menurut Apsril semestinya kampus membolehkannya menyelesaikan tanggungjawab selama proses PKLnya. Sebagaimana 4 (empat) mahasiswa lain yang dibolehkan seminar proposal dan KKN. Menurutnya, pihak Kampus Universitas Cokroaminoto Palopo telah diskriminatif.

“Minimal saya selesaikan dulu tanggung jawab saya selama proses PKL, saya menganggap kampus diskriminasi terhadap saya karena 4 orang mahasiswa juga diskorsing tapi boleh seminar proposal dan KKN,” tutup Ongky.

Reporter. : YSF
Editor. : CSD

Written by 

Related posts

Komentar