Socrates, Diogenes, dan Kegilaan

”Kegilaan”, saya kira adalah jalan alternatif, agar hidup lebih “berisi”, terutama ketika menghadapi keadaan yang dinormalisasi mirip sekarang; di aras politik, perbedaan prinsip demokrasi terancam berkembang ke arah totalitarianisme massa. Di saat bersamaan, demi stabilitas, kekuasaan negara kerap menempuh cara kekerasan menumpas kritisisme sekaligus mengampanyekan rezim autokrasi; di medan budaya, pasar—banyak orang menyebutnya kapitalisme—melalui budaya high consumption, menormalisasi masyarakat menjadi…

Baca Selanjutnya

Waham Kebesaran dan Tiga Juru Selamat dari Ypsilanti

Meski lebih besar, tiga orang perawat sulit membekuk Joseph Cassel yang bertubuh cebol. Di ruangan serba putih, Joseph mengamuk dan meneriakkan khotbah kebangkitannya. Ia juga mengancam menyayat lengannya yang sudah lebih dahulu berdarah. Darah itu, kata Joseph, untuk menebus dosa-dosa umatnya. Nyatanya, ia mengancam orang-orang di sekitarnya dengan menggunakan bekas penutup makanan kaleng. Joseph mengaku dirinya adalah Yesus Kristus dari…

Baca Selanjutnya

Neraka Persepsi dari Nasruddin Khoja, Ini Salah Itu Salah

Alkisah, sekali tempo dalam suatu perjalanan, Nasruddin Khoja bersama anaknya berjalan masuk ke sebuah desa menggunakan seekor keledai. Saat itu, karena sayang anak, Nasruddin Khoja memilih jalan kaki menuntun keledai dari depan, sementara anaknya yang duduk di atas keledai. Melihat itu, tanpa tedeng aling-aling warga desa membully si anak. ”Dasar anak tak tahu diuntung. Masak ia enak-enakkan di atas keledai,…

Baca Selanjutnya

Sajak Kemanusiaan dari Bangsa-Bangsa Empatik

Awal waktu Covid-19 merajalela di negeri Tirai Bambu Cina, beredar di jaringan dinding dunia maya, gambar kardus-kardus bantuan alat kesehatan dari Jepang. Yang unik, saat perhatian Cina terkuras untuk mengatasi pandemi ini, diselipkan sebait puisi di kotak bantuan berisi masker dari Jepang itu: ”Meski berasal dari tempat yang berbeda, namun kita berada di bawah langit yang sama.” Sejarah puisi ini…

Baca Selanjutnya

Menulis dari ”Rumah”

Every writers has an address, kata Isaac Bashevis Singer, penulis Yahudi peraih nobel sastra 1978. Setiap penulis pasti memiliki alamat. Tanpa alamat, rumah menjadi dislokasi. Dia ada tapi tidak dapat diketahui, apalagi dijangkau.  Rumah tanpa alamat hanya menjadi tempat asing yang berarti tempat yang terputus dari denyut aktivitas, wahana tanpa interaksi. Sudah pasti ia bakal menjadi kawasan terisolasi, sekaligus bukan…

Baca Selanjutnya

Manusia Teknis Versus Makhluk Filosofis

Para sejarawan meyakini, kemampuan teknik manusia sudah dimiliki ketika manusia mulai menyadari dirinya dan lingkungannya. Itu artinya, sejak manusia hidup pertama kali dan membangun jarak dengan alam, kali pertama itulah momen teknologi tercipta. Bahasa adalah teknologi paling dini diciptakan manusia sebagai alat komunikasi, seturut kemudian alat-alat berburu dipakai demi mengefesienkan tenaga saat mencari sumber-sumber makanan. Setelah masa mengumpulkan (food gathering),…

Baca Selanjutnya