Mengenang Dr. Bahrum Daido Prestasinya dalam Rana Politik

Terlahir kemudian mati adalah takdir tuhan yang tak bisa di ubah oleh setiap manusia, namun dalam setiap perjalanannya ada yang dapat dikenang hingga waktu yang cukup lama. Pencapaian semasa hidup adalah catatan sejarah yang akan terukir oleh waktu, dapat dikenang, dan dapat pula dijadikan sebagai panutan atau motivasi dalam kehidupan orang lain.
 
Salah satu tokoh yang ada di Kabupaten Luwu yaitu  (Alm) Dr.Ir. Bahrum Daido, M.Si akan dikenang atas pencapaian yang telah ia lalui semasa hidupnya. Terlahir di Palopo, 30 September 1964 di kenal sebagai sosok pemimpin, hal tersebut dapat terlihat dalam rekam jejak-nya atas track record  yang telah ia capai.
 
Sebelum terjun ke dunia politik pada tahun 2004, Bahrum Daido adalah alumni Pasca Sarjana UNHAS Makassar (-2006) dan bekerja sebagai seorang professional dan konsultan Teknik Sipil. Bahrum memiliki segudang pengalaman dalam pembangunan dan proyek-proyek infrastruktur.
 
Di 2004, Bahrum mengawali karirnya di dunia politik dan menjadi kader Demokrat dan pada Pilkada 2004 dan terpilih menjadi Wakil Bupati untuk Kabupaten Luwu bersama H.M Basmin Mattayang. Di 2008, Bahrum maju menggantikan menjadi Bupati Luwu (2008-2009). Pada Pileg 2009, Bahrum mencalonkan diri menjadi calon legislatif dan terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2009-2014 dan awalnya duduk di Komisi IV (pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan).

 Pada masa kerja 2009-2014 Bahrum duduk di posisi Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Komisi V yang membidangi transportasi, pekerjaan umum dan pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal.

Pada pemilihan Anggota DPR-RI periode 2014-2019 berikutnya, Ia terpilih kembali, setelah periode sebelumnya dengan diusung partai yang sama yaitu Partai Demokrat mewakili Dapil Sulawesi Selatan III setelah memperoleh 31,747 suara.
 
Usai menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR-RI, ia kembali bertarung dalam pemilihan serentak 2019 lalu, namun ia tidak terpilih dalam pertarungan.

Lama tak terdengar kabar, Mantan Bupati Luwu itu meninggal dunia 01 Januari 2021 di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Kuningan. Ia mengembuskan napas terakhirnya pukul 11.45 WIB.

Sebelum meninggal, Bahrum Diado diketahui positif Covid-19. Jenazah Bahrum Daido dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jalan Benda Raya, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Sumber : Majalah Kampung Pakde

Written by 

Related posts

Komentar