Arham Basmin Bicara Pemuda, Desa dan Provinsi Luwu Raya (sesi pertama) 

5.5kViews

Semenjak menjabat ketua KNPI Sulsel, Arham Basmin kini banyak menjadi perbincangan publik. Terkhusus untuk Tana Luwu, Arham Basmin merupakan Wija To Luwu yang pertama mengemban amanah sebagai Ketua KNPI Sulsel. Ini menjadi sejarah baru sekaligus bukti bahwa anak muda Tana Luwu bisa dipercaya di level provinsi. Di sela-sela kesibukannya sebagai ketua KNPI Sulsel, beberapa waktu yang lalu, Tim Belopa Info sempat mewancarai Arham Basmin. Tema wawancara tentang apa yang harus dilakukan oleh anak muda. Dan seperti apa anak muda ke depan. Untuk lebih jelas berikut petikan wawancara kami dengan Bung Arham Basmin.

Seperti apa pandangan Bung Arham memaknai anak muda?

Kalau saya anak muda itu, mereka-mereka yang harusnya berpikir lebih inovatif, kreatif dan partisipatif. Bukan mereka yang antisosial. Yaitu mereka hanya mengurusi dirinya sendiri, senang-senang sendiri, happy-happy sendiri. Kalau orang susah diketawain saja. Bagi saya yang begitu bukan anak muda.

Anak muda itu orang-orang yang memang harusnya terpanggil untuk peduli dengan isu-isu sosial di masyarakat karena yang bisa merubah positif menjadi negatif, negatif menjadi positif itu adalah anak muda bukan mereka-mereka yang sudah tua. Jadi bagi saya teman-teman pemuda itu harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi tantangan zaman yang begitu cepat berubah. Kita lihat sekarang bagaimana kemudian isu-isu global seketika hilang dengan adanya isu Covid-19. Jangankan pemuda hampir semua negara panik tentang satu isu ini. Bisa dibayangkan kalau kemudian kita tidak lebih mempersiapkan diri. Mempersiapkan generasi-generasi muda kita untuk siap terkait masalah-masalah sosial seperti ini.

Baca Juga :  Surat Terbuka Ketua KNPI Sulsel, untuk Pemprov dan DPRD Sulawesi Selatan

Kira-kira bentuk real dari inovasi pemuda itu seperti apa yang diharapkan oleh zaman kita sekarang ini?

Kalau kami di KNPI jelas, bahwa tugas kami adalah memastikan teman-teman yang sudah berproses di organisasi kepemudaan lalu kemudian berproses mematangkan kembali pengetahuan, wawasan intelektual, spritualnya di KNPI. Harus betul-betul punya komitmen yang sama bahwa tanggung jawab masa depan, daerah dan Indonesia, masa depan peradaban umat manusia itu berada di kita-kita generasi muda.

Kontribusi KNPI Sulsel ke Luwu seperti apa?

Yang jangka pendek, kebetulan mantan ketua umum DPP KNPI Ahmad Doli Kurnia, akan mensupport kami. KNPI sekarang kan dualisme, Bung Ahmad ini lebih condong memilih berafiliasi dengan kami. Kenapa saya singgung Bung Ahmad bukan kapasitasnya sebagai mantan ketua tapi kapasitasnya sebagai Ketua Komisi Dua DPR RI yang di mana komisinya membahas sekaligus menentukan daerah otonomi baru. Inilah yang saya kira menjadi cita-cita kita bahkan leluhur kita yang namanya daerah otonomi baru Provinsi Luwu Raya. Perjuangan pertama tentunya bagaimana Luwu Tengah ini terbentuk.

Kami mau coba diskusikan dan matangkan langkah-langkahnya. Kami mau pakai variabel KNPI Sulsel untuk kemudian memperjuangkan kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya ini. Kami akan kerja selama 3 tahun ke depan dan kami upayakan untuk membawa Bung Ahmad ke Kabupaten Luwu dan melihat langsung bagaimana masyarakat di Walmas itu memang membutuhkan daerah yang namanya daerah otonomi baru.

Baca Juga :  KNPI Sulsel Kunjungan ke Konjen Australia

Apakah ada program KNPI ke depan yang berkolaborasi dengan anak-anak muda di desa?

Jadi kami tidak boleh mengurusi diri kami sendiri. Kami mau memastikan bagaimana teman-teman di organisasi kepemudaan yang ada di tingkat kecamatan itu bisa menyentuh dan bersinergi dengan elemen pemuda yang ada di desa termasuk teman-teman karang taruna yang ada di desa.

Jadi saya pertegas komitmen saya tahun ini, saya mau konsilidasi organisasi tahun 2020 selesai. Kenapa? Karena teman-teman mesti paham dan sadari ada hanya seorang diri saja pakai jas KNPI anggaplah ketua saja tidak ada DPKnya. Tidak KNPI di tingkat kecamatan. Bagaimana KNPI mau hadir menyentuh masyarakat dan pemuda yang ada di desa jika dilevel kecamatam KNPI tidak aktif bahkan tidak ada. Tidak mungkin implementasi program yang kita susun di DPD itu hanya dijalankan oleh teman-teman di DPD 1 tidak di DPD 2 inilah yang kami pastikan tahun ini 2020 ini selesai.

Program KNPI untuk desa seperti apa?

Inilah makanya kami ada salah satu program. Kami mau mengumpulkan kepala-kepala desa milenial untuk kemudian kami ajak melakukan study banding ke beberapa daerah. Biayanya dari kami yang mereka tau hanya ikut saja. Program ini untuk se-Sulsel. Kami coba upayakan minimal 2 desa/kab/kota. Standar milenial tentu saja usia. Dan tentu juga kami akan diskusi dengan kepala DPMD meminta masukannya seperti apa. Setelah itu kami akan minta dikasih 2 nama kepala desa yang bisa kami bawa.

Baca Juga :  Ketua KNPI Sulsel Eliminir Pandemi Covid-19 dengan Membentuk Satgas Pencegahan

Inti programnya, mereka tidak hanya kunjungan tapi belajar supaya mereka pulang ke desanya bisa mengefektifkan dan memaksimalkan dana desa yang mereka kelola utamanya BUMDes. Untuk memastikan di desa industri kreatif berkembang di desa kemudian desa juga bisa menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Ini juga menjadi penting kenapa? Saya mau pastikan teman-teman pemuda yang ada di desa itu memanfaatkan lahan yang ada. Halaman rumah itukan sekarang sudah bisa ditanami sayur dan segala macam tanaman yang biopolik saya kira itu bisa. Dan ada beberapa desa memang di Jawa itu, mereka bahkan budi daya ikan lele kemudian satu bak itu ada sekitar 4 ribuan ikan lele modalnya sekitar 100 jutaan.

Sementara BUMDes itukan bisa sampai 200-300 jutan/tahun dialokasikan. Bila dikali 6 tahun, minimal untuk konsumsi masyarakat di desanya mereka tidak perlu lagi keluarkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari.

Reporter :WM
Editor : AS

Written by 

Related posts

Komentar