Lunturnya Nilai Pancasila dan Upaya Menghidupkannya, Wawancara dengan Ketua MPC PP Luwu

2.0kViews

Sebagaimana diketahui A. Muhammad Ahkam Basmin semenjak menjabat Ketua MPC PP Luwu sejumlah terobosan dilakukan. Saat ini, PP Luwu salah satu ormas yang tampil terdepan dalam menyikapi isu sosial seperti kemiskinan, bencana alam dan masalah sosial lain. Dengan berlandaskan Pancasila dan gotong-royong di antara kader PP Luwu program yang sudah dirancang berupaya dijalankan maksimal.

Terkait hari lahir Pancasila tim Belopa Info menyempatkan mewawancarai secara singkat Ketua MPC PP Luwu, A. Muhammad Ahkam Basmin. Wawancara ini berlangsung via telepon tadi malam selepas magrib (30/05/2020). Berikut petikan wawancara tim Belopa Info dengan A. Muhammad Ahkam Basmin selaku Ketua MPC PP Luwu.

Menurut Anda, bagaimana tantangan Pancasila saat ini?

Terima kasih. Semoga Pancasila semakin berjaya dan bertakhta di hati sanubari kita semua. Bicara tantangan Pancasila hari ini, kita liat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila mulai luntur dan pudar, dan itu terjadi di hampir semua sektor dan lini kehidupan kita. Korupsi merajalela. Kasus-kasus SARA yang tak pernah berhenti. Konflik horizontal yang banyak terjadi. Hukum yang lemah, dan berbagai hal lainnya. Ini yang menjadi tantangan negara yang sekaligus menjadi tantangan Pancasila juga. Semua hal-hal di atas tentu saja tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Harus ada upaya bersama untuk mengekstraksi kembali nilai luhur Pancasila sebagai ideologi dan paradigma hidup.

Baca Juga :  Ketua Harian Satgas: Siap Menghadapi New Normal dan Pansus DPRD Luwu

Tantang apa yang paling nyata menurut anda?

Yang paling nyata adalah paham komunis yang menganggap bahwa semua harus diposisikan sama rata sama rasa. Dan juga adalah paham radikal dan terorisme. Generasi muda kita harus diedukasi dengan baik sehingga terhindar dari dua paham berbahaya ini. Dan yang paling nyata di hadapan kita adalah narkoba.

Bisakah dijelaskan lebih lanjut dan juga tantangan generasi muda kita?

Komunisme dan radikalisme senyatanya menjadi tantangan utama ideologi Pancasila saat ini. Gerakan ini tidak boleh didiamkan, tidak boleh dibiarkan. Keduanya menjadi tantangan terbesar NKRI. Karena gerakan ini akan melemahkan Pancasila sebagai dasar negara. Hal ini adalah tugas bersama dan harusnya berskala nasional, terstruktur dan sistematis, serta menanggalkan ego sektoral masing-masing untuk menyelesaikan persoalan ini. Nah, Karena ini adalah ideologi yang berbasis pada wacana dan pemikiran, maka upaya untuk mengcounternya juga harus dengan masifkan ide-ide dan nilai luhur Pancasila. Seminar, sosialisasi, dan semacamnya adalah upaya nyata.

Terkait narkoba, ini adalah musuh nyata generasi kita. Menurut data yang pernah saya baca paling tidak ada 25 hingga 28 persen, remaja kita menggunakan atau pernah menggunakan narkoba. Dan lagi-lagi ini adalah tugas kita bersama, bagaimana mengedukasi adik-adik remaja untuk menjauhi narkoba, serta melibatkan mereka pada hal-hal yang positif, yang bisa mengembangkan potensi dan jati diri mereka. MPC PP Luwu telah beberapa kali terjun langsung ke sekolah-sekolah dalam rangka sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba.

Baca Juga :  Ketua KNPI Sulsel: Kita Harus Belajar Dari Bencana Luwu Utara

Apakah Organisasi Pemuda Pancasila secara hierarkis menginstruksikan hal itu?

Pemuda Pancasila secara hierarkis MPN, MPW, MPC bahkan ke tingkat PAC selalu menjadi garda terdepan dalam membela dan mempertahankan NKRI dari ancaman-ancaman yang mengancam kedaulatannya, sekaligus dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi negara yang  telah baku dan final. Tidak boleh lagi ada upaya untuk mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. Harus ada upaya untuk penguatan Pancasila sebagai ideologi negara. Dulu ada penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila). MPC PP Luwu akan mengusulkan hal ini kembali untuk menjadi kerangka kerja nasional. sekarang ada Bela Negara sebagai langkah konkret mengembalikan rasa cinta Tanah Air dan bangsa. Hal-hal seperti ini harus dimaksimalkan. 

Sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila, apa yang telah dan harus dilakukan kedepannya?

Saya meyakini bahwa warga Tana Luwu telah mengetahui, sejak ada Pandemi Covid-19, MPC Pemuda Pancasila Luwu menjadi ormas yang tercepat merespon wabah ini. Produksi masker secara massal yang berasal dari donasi internal kader dan pengurus, penyemprotan disinfektan fasilitas umum di semua kecamatan, sosialisasi pencegahan  Covid-19, serta memberikan bantuan tunai dan membagikan paket kebutuhan dasar pada warga tak mampu dan penyandang disabilitas, telah menjadi program bersama di seluruh tingkat Kepengurusan MPC PP Luwu. Tentu saja kita tidak akan berhenti di situ. Apalagi sekarang ini telah ada desain New Normal dari Pemerintah Pusat. Maka MPC PP akan segera merespon dan mensosialisasikan kebijakan ini ke seluruh tingkatan pengurus dan kader.

A. Muhammad Ahkam Basmin , Ketua MPC PP Luwu.

Sekaitan dengan respon terhadap komunisme dan radikalisme, MPC PP Luwu telah menyiapkan program yang menurut saya ini adalah satu program unggulan, di antaranya adalah Sekolah Kader Ideologi dan Pancasila (Camping Pancasila). Teknis kegiatannya nanti lain waktu dijelaskan.

Baca Juga :  Arham Basmin: Desa Perlu Inovasi Melalui Potensi Desa

Intinya kegiatan ini adalah wujud nyata MPC PP Luwu dalam rangka menangkal komunisme dan radikalisme sebagai bahaya laten sekaligus upaya reinforcment Pancasila sebagai ideologi berbangsa. Semoga wabah Covid-19 segera berlalu sehingga dua program unggulan ini bisa di realisasikan segera mungkin, di samping agenda-agenda lain yang telah terjadwal sebelumnya.

Terakhir saya mewakili Pengurus dan Kader MPC Pemuda Pancasila Luwu menyampaikan selamat Hari Lahir Pancasila. Pancasila Abadi. Pancasila Abadi. Pancasila Abadi. Merdeka.

Reporter. : AL

Editor.      : AS

Written by 

Related posts

Komentar